BiT - Penggunaan alat kontrasepsi implan atau susuk dinilai paling efektif untuk menekan angka kelahiran, kata Deputi Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi BKKBN Julianto Witjaksono.

"Implan merupakan metode yang angka kegagalannya paling kecil yaitu 0,05 persen dari 100 pemakai wanita jika dibandingkan dengan metode KB lain seperti IUD, pil atau suntik," kata Julianto Witjaksono dikutip Antara.

Metode ini juga sangat aman, mudah, dan paling kecil efek sampingnya, kata Deputi di Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) itu.

Saat ini, ujar dia, telah tersedia kontrasepsi implan berbentuk satu batang yang penggunaannya dapat lebih efektif.

Dengan panjang tak lebih dari 3 cm, implan yang dimasukkan ke kulit ini lebih nyaman digunakan dan cukup efektif untuk menunda kehamilan hingga 3 tahun, katanya.

Menurut Julianto pengguna implan  cukup tinggi jika dibandingkan dengan kontrasepsi jangka panjang lain seperti vasektomi atau tubektomi, yaitu 3,3 persen dari jumlah total penduduk Indonesia.

Vasektomi dan tubektomi digunakan bagi pasangan yang sudah tidak ingin menambah keturunan, sedangkan implan digunakan bagi pasangan usia subur yang masih ingin hamil namun dengan jarak kelahiran yang cukup jauh, ujarnya.

BKKBN mendorong pasangan usia subur menggunakan implan hingga anaknya berusia lima tahun ke atas, ujarnya.

"Ini mengingat angka kelahiran balita yang masih cukup tinggi sehingga orang tua dapat fokus untuk merawat anak hingga melewati usia balita," katanya.

Dalam kesempatan itu Julianto juga mengatakan, saat ini angka penggunaan alat kontrasepsi di Indonesia baru mencapai 57,9 persen, sedangkan tiap tahun angkanya hanya bertambah 0,1 persen.

Hal ini disebabkan ketidakdisplinan para pengguna alat kontrasepsi pil dan suntik, ujarnya.(red)

Berita Warga

Dihadiri Muhaimin, Ketua PP LKNU NU Nikahkan Anak Kembarnya
07 June 2014

Dihadiri Muhaimin, Ketua PP LKNU NU Nikahkan Anak Kembarnya

Ketua Pengurus Pusat Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (PP LKNU), DR. dr. Imam Rasjidi menikahkan putri kembarnya, dr.Faradiana Rasyidi dengan dr.Mohammad Erstda Trapsilantya dan dr.Faradiani Rasyidi dengan dr.Titok Heriyanto. ...

Nikmatnya Bersantap Laksa, Makanan Khas Kota Tangerang
12 June 2014

Nikmatnya Bersantap Laksa, Makanan Khas Kota Tangerang

Selain tempat wisata, hal yang paling dicari berikutnya ketika kita berkunjung ke suatu daerah adalah makanan/kuliner. Ya, memang masing-masing daerah punya makanan khas yang biasanya sudah menjadi ciri khas daerah...

Para Naga Meriahkan Malam Di Kota Tangerang
16 June 2014

Para Naga Meriahkan Malam Di Kota Tangerang

KOTA TANGERANG. BANTEN Puluhan Naga, Barongsai dan kesenian Tionghoa meramaikan malam Sabtu, 14 juni 2014, di Kota Tangerang. Ribuan orang ramai menyaksikan di pinggir jalan sepanjang jalan Mohamad Toha mulai dari...

Pelantikan Majelis Wilayah Cabang NU Kota Tangerang
24 June 2014

Pelantikan Majelis Wilayah Cabang NU Kota Tangerang

Mulai pagi hari pengurus MWC NU, PCNU dan Jama’ah Nahdliyin Kota Tangerang bertahap hadir ke Hotel Allium dengan tujuan mengikuti dan menghadiri Musyawarah Kerja Cabang ke III (Mukercab) serta...

Sikap PAC Ansor Kota Tangerang Terkait Pilpres
12 July 2014

Sikap PAC Ansor Kota Tangerang Terkait Pilpres

Tanggal 9 Juli 2014 tentunya akan menjadi peristiwa bersejarah bagi bangsa Indonesia, dimana pada hai tersebut seluruh rakyat Indonesia merayakan pesta demokrasi Indonesia yaitu Pemilihan Presiden. Suksesi pucuk pimpinan negeri...